[RENUNGAN PAGI] Mat. 26:41; 1 Yoh. 1:8-9; 2:1
Ingatlah Iblis punya dua senjata ampuh. Sebelum kita jatuh, dia membujuk kita dengan berkata, “Sekali-sekali tidak apa-apa”. Tetapi setelah kita jatuh, dia mengintimidasi kita dan berkata, “Engkau sudah jatuh dan tidak ada harapan lagi.”
Dalam menghadapi Iblis yang penuh tipu muslihat, selain tiga langkah yang sudah dibicarakan terdahulu (Langkah pertama, hayatilah identitas kita di hadapan Tuhan. Langkah kedua, tetap hidup di dalam Kristus. Langkah ketiga, mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah), jangan lupa langkah berikut ini.
Langkah keempat, berjaga-jaga dan berdoa. Tuhan Yesus mengatakan, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah” (Mat. 26:41). Iblis berusaha membujuk dan menjatuhkan kita. Kita harus senantiasa sadar dan berjaga-jaga agar tidak menjadi mangsa Iblis (I Ptr. 5:8). Selain itu, kita harus tekun dalam doa. Doa adalah kekuatan kita untuk menghadapi Iblis, sebab dengan berdoa kita mengijinkan Allah yang Maha Kuasa berkarya di dalam kita, bagi kita dan melalui kita.
Langkah kelima, tidak menyerah. Kalau gagal, ya bangkit lagi. Kalau jatuh, ya bangun lagi. Jangan termakan intimidasi Iblis, bahwa “tidak ada harapan lagi”. Sebagai manusia kita bisa gagal dan bisa jatuh. Tetapi kita memiliki Allah yang setia dan adil. Ia mau mengampuni, menyucikan dan menolong kita. Janganlah berbuat dosa, namun jika seseorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dimana kita gagal dan jatuh dalam dosa, di sana kita harus mengaku dosa dan bangkit bersama-Nya (1 Yoh. 1:8-9; 2:1). Janganlah menyerah pada dosa, tetapi dengan terang firman Tuhan marilah kita mengetahui dosa, menyadari dosa, mengakui dosa, dan meninggalkan dosa.
Iblis itu tidak pernah libur! Ia terus bekerja untuk menjatuhkan manusia. Dalam menghadapinya kita harus menghayati identitas kita, tetap hidup di dalam Kristus, mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, berjaga-jaga dan berdoa, serta tidak menyerah.
Good morning. God bless you.
Andreas Loanka



