Selamat datang di blog saya,
Pdt. Dr. Andreas Loanka, S.Th., M.Div.
Semoga blog ini bisa menjadi berkat buat Anda.
6,095 views

[Renungan Pagi] Roma 11:36

Angka nol, tanpa angka lainnya, tidaklah memiliki nilai.

Seorang siswa akan sedih, jika nilai di kertas ujiannya hanya ada angka nol. Meskipun angka nolnya ada dua, dia tetap susah. Itu adalah nilai terendah. Sebaliknya, ia tentu akan senang jika di depan angka nol itu ada angka satu. Itu berarti ia mendapat nilai seratus.

Jika kita diberi cek atau giro, dengan angka nol semuanya, kita tentu tidak akan senang.  Sebuah cek atau giro, walaupun punya sepuluh angka nol, jika tanpa angka lain di depannya, tetap saja tidak bernilai. Lain halnya bila ditambah angka satu di depannya, maka nilainya menjadi besar.

Tanpa Allah, manusia dapat diibaratkan sebagai angka nol itu. Tanpa Allah, ia tidak berarti.

Jika benar Allah tidak ada, maka ia adalah suatu kebetulan yang terjadi di dunia ini. Tanpa Allah, akhir hidupnya pun sia-sia belaka. Setelah dia mati, ya semuanya sirna. Tidak ada apa-apa lagi. Segala jerih lelah dan daya upayanya menjadi sia-sia.

Jadi, jika benar Allah tidak ada, maka manusia berawal karena kebetulan dan berakhir pada kesia-siaan.

Apabila manusia timbul secara kebetulan dan kemudian berakhir pada kesia-siaan, maka ia menjalani kehidupan di antara dua titik yang tidak berarti. Kalau manusia berada di antar dua titik yang tidak berarti, maka dia pun tidak punya arti.  Akibatnya, manusia itu sama sekali tidak mempunyai nilai dan wibawa. Itu adalah suatu krisis yang besar!

Sesungguhnya Allah itu ada. Dialah yang menciptakan manusia. Kepada-Nya pada akhirnya manusia kembali.  Alkitab mengajarkan bahwa segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia dan kepada Dia (Rm. 11:36a). Termasuk manusia.

Manusia ada oleh karena Allah yang menciptakannya (Kej. 1:27). Manusia diselamatkan oleh Allah yang mengasihinya (Yoh. 3:16). Pada akhirnya manusia akan kembali kepada Allah juga (Pkb. 12:7).

Allah itu ada! Manusia itu berharga karena Allah Pencipta mengasihinya dan memandangnya berharga (Yes. 43:4a).

Allah itu ada! Dalam persekutuan dengan-Nya, segala pekerjaan dan jerih payah kita tidak sia-sia (1 Kor. 15:58).

Allah itu ada! Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan (Why. 14:13).

Allah itu ada! Biarlah kita hidup untuk kemuliaan-Nya. Sebab kita memang diciptakan untuk kemuliaan-Nya (Yes. 43:7)

Allah itu ada! Ingatlah firman Tuhan:

“Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11:36)

Good orning! God bless you!

Andreas Loanka

Bermakna dan Berdamp

RENUNGAN PAGI: Matius 5:13-16 Injil Matius pasal 5 diawali dengan Delapan ...

Stop Labeling

RENUNGAN PAGI: 1 Samuel 16:1-13 dan Lukas 18:15-17 Labeling atau perilaku ...

Ketaatan Kepada Alla

RENUNGAN PAGI : Imamat 9:1-24 Para hamba Tuhan dan segenap umat ...

Api-Nya Harus Tetap

RENUNGAN PAGI : Imamat 6:8-13 Imamat 5 dan 7 berbicara tentang ...

Setia Memberitakan I

RENUNGAN PAGI : Kisah Para Rasul 28:17-28 Paulus menjadi tahanan rumah ...

Bermakna dan Berdamp

RENUNGAN PAGI: Matius 5:13-16 Injil Matius pasal 5 diawali dengan Delapan ...

Stop Labeling

RENUNGAN PAGI: 1 Samuel 16:1-13 dan Lukas 18:15-17 Labeling atau perilaku ...

Ketaatan Kepada Alla

RENUNGAN PAGI : Imamat 9:1-24 Para hamba Tuhan dan segenap umat ...

Api-Nya Harus Tetap

RENUNGAN PAGI : Imamat 6:8-13 Imamat 5 dan 7 berbicara tentang ...

Setia Memberitakan I

RENUNGAN PAGI : Kisah Para Rasul 28:17-28 Paulus menjadi tahanan rumah ...