Selamat datang di blog saya, Andreas Loanka, S.Th., M.Div.
Semoga blog ini bisa menjadi berkat buat Anda.

[RENUNGAN PAGI] 1 Raja-raja 19:1-18

Ada dua tokoh dalam Alkitab yang berdoa minta mati kepada Tuhan.  Selain nabi Yunus, nabi Elia juga yang berdoa minta mati.

Elia baru mengalami kemenangan yang gemilang melawan nabi-nabi Baal.  Hal itu membuat ratu Izebel murka. Ia mengancam akan membunuh Elia.   Rupanya ancaman itu serius.  Hal ini membuat Elia pergi menyelamatkan nyawanya.

Sesampai di Betsyeba, Elia berhenti dan berdoa.  Apa yang didoakannya?  Ia berdoa minta mati!
Sungguh mengejutkan.  Seorang hamba Tuhan yang luar biasa dan dikagumi banyak orang justru berdoa minta mati (1 Raj. 19:4b).

Mengapa Elia berdoa minta mati?
Mungkin hal itu dikarenakan kulminasi dari beberapa sebab, yaitu: 1) Ia kecewa karena umat Israel, khususnya raja Ahab, tidak mau bertobat. 2) Ia putus asa karena ia mengira hanya tinggal dia sendiri yang bekerja untuk Tuhan. 3) Ia takut karena ancaman dari ratu Izebel yang hendak membunuhnya.  4) Ia jatuh ke dalam depresi yang berat.

Elia hanya melihat kepada diri sendiri dan situasi yang ada.  Itu sebabnya ia kecewa, putus asa, takut dan depresi yang  berat. Hal itu membuatnya berdoa minta mati.

Tuhan mengasihi dan peduli pada Elia. Ia tidak mencabut nyawa Elia, tetapi Ia datang untuk memberi pertolongan!
1) Ia memberikan istirahat, makan dan minum kepada Elia (1 Raj. 19:5-8).  Kebutuhan fisiknya diperhatikan.
2) Setelah Elia lebih kuat secara fisik, Ia bertanya kepada Elia, “Apa kerjamu di sini, hai Elia?” (1 Raj. 19:9,13).   Dengan itu Tuhan mau membangkitkan kesadaran Elia akan tugas dan panggilannya yang semula.
3) Tuhan memberi tugas baru kepada Elia untuk mengurapi tiga orang,  yaitu Hazael menjadi Raja Aram, Yehu menjadi raja Israel, dan Elisa menjadi nabi yang akan menggantikannya (1 Raj. 19:15-16).   Selain melayani, Elia harus mempersiapkan pengganti yang akan meneruskan pelayanannya.   Visi dan misi Elia semakin diperjelas.
4) Ia memberitahu Elia bahwa ada 7000 orang yang tetap setia kepada Tuhan (1 Raj. 19:18).  Tuhan meneguhkan hati Elia bahwa ia tidak sendiri.

Elia bangkit.  Ia kembali melayani Tuhan dengan setia.   Ia tidak lagi berfokus pada diri dan kesulitannya, tetapi berfokus pada Tuhan. Dengan segenap hati ia melaksanakan tugas dan panggilan dari Allah.

Semua orang bisa jatuh, tanpa terkecuali.  Orang yang merasa dirinya kuat, justru rentan terhadap kejatuhan.  Itu sebabnya kita harus senantiasa waspada dan berdoa agar tidak jatuh dalam menghadapi berbagai pencobaan.

Janganlah mengarahkan pandangannya hanya pada diri dan situasi semata, tetapi arahkanlah hati dan pikiranmu kepada Allah.    Ingatlah tugas dan panggilanmu, serta  perjelaslah visi dan misimu.
Ingatlah Filipi 4:13 yang mengatakan: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”

Good morning! God bless you!

Andreas Loanka

Evaluasi Diri Di Akh

RENUNGAN PAGI:  Efesus 5:15   Tanpa terasa kita sudah memasuki hari terakhir tahun ...

Menghabiskan Waktu

RENUNGAN PAGI: Mazmur 90:12   Waktu. “Anda tidak bisa membelinya, menyewakannya, menyimpannya, ...

Meruntuhkan Tembok S

RENUNGAN PAGI: Yohanes 4:4-26, 39   “Dalam kisah hidupnya, Mahatma Gandhi bercerita ...

Sesamamu Melampaui S

RENUNGAN PAGI: Lukas 10:25-37     Suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) ...

Hidup Yang Memiliki

RENUNGAN PAGI:  Lukas 2:13-14 Kita sering mengukur level hidup kita pada: Penampilan: ...

Evaluasi Diri Di Akh

RENUNGAN PAGI:  Efesus 5:15   Tanpa terasa kita sudah memasuki hari terakhir tahun ...

Menghabiskan Waktu

RENUNGAN PAGI: Mazmur 90:12   Waktu. “Anda tidak bisa membelinya, menyewakannya, menyimpannya, ...

Meruntuhkan Tembok S

RENUNGAN PAGI: Yohanes 4:4-26, 39   “Dalam kisah hidupnya, Mahatma Gandhi bercerita ...

Sesamamu Melampaui S

RENUNGAN PAGI: Lukas 10:25-37     Suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) ...

Hidup Yang Memiliki

RENUNGAN PAGI:  Lukas 2:13-14 Kita sering mengukur level hidup kita pada: Penampilan: ...