Selamat datang di blog saya,
Pdt. Dr. Andreas Loanka, S.Th., M.Div.
Semoga blog ini bisa menjadi berkat buat Anda.
5,479 views

[RENUNGAN PAGI] Markus 16:19-20
 

Selama empat puluh hari setelah Tuhan Yesus disalibkan, berkali-kali Ia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Dengan berbagai cara Ia membuktikan kepada  mereka  bahwa Ia telah bangkit dan benar-benar  hidup. Pada kesempatan-kesempatan itu Ia  berbicara  kepada mereka mengenai Kerajaan Allah (Kis. 1:3) 

Pada hari keempat puluh, ketika bersama murid-murid-Nya di bukit Zaitun, Ia terangkat disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka (Kis. 1:9). Ia naik ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah (Mrk. 16:19).

Duduk di sebelah kanan Allah berarti bahwa Yesus Kristus telah menerima kemuliaan yang tertinggi. Kepada-Nya telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi (Mat. 28:18).

Dr. R. Soedarmo, dalam buku Ikhtisar Dogmatika, menjelaskan kemuliaan Tuhan Yesus berarti bahwa: 

a. Ia menjadi Raja. Di dalam kemuliaan Ia tetap menjadi Kepala jemaat-Nya. Ia mempertahankan jemaat-Nya, memerintah jemaat-Nya, memenuhi dengan Roh Kudus, hingga Ia akan mengambil jemaat-Nya di hadapan-Nya sendiri dengan kemuliaan dan dengan tiada cacat dan kerut (Ef. 5:27).

b. Ia menjadi Nabi. Dari sorga Ia memberikan Firman, perjanjian-perjanjian, kepada jemaat-Nya dan teristimewah memberi pimpinan kepada hamba-hamba-Nya yang memberitakan Injil-Nya.

c. Ia menjadi Imam. Di dalam sorga Ia terus berdoa kepada Allah Bapa bagi jemaat-Nya dan terus bekerja agar dapat membela jemaat-Nya di hadapan Allah Bapa.

J. Wesley Brill , dalam buku Dasar Yang Teguh, mengungkapkan banyak hal tentang kenaikan Tuhan Yesus dengan mencantumkan referensi Alkitabnya.  Penulis menyadur sebagian dari tulisan Brill untuk mengajak kita bersyukur atas peristiwa dan karya kenaikan Tuhan Yesus. 

Kita patut bersyukur, karena Tuhan Yesus Kristus telah naik ke sorga untuk menjadi perintis bagi kita (Ibr. 6:20). Ia pergi ke sorga untuk menyediakan tempat bagi kita masing-masing dan akan kembali untuk membawa kita ke tempat-Nya (Yoh. 14:2-3). 

Dia menghadap Allah guna kepentingan kita (Ibr. 9:24). Ia telah masuk ke hadirat yang Mahakudus untuk membawa korban persembahan bagi kita, yaitu diri-Nya sendiri (Ibr. 7:27). Selain itu, Ia berada di hadapan Allah sebagai pengantara kita (1 Tim. 2:5; Ibr. 7:25).

Kita patut bersyukur, karena kenaikan dan kemuliaan Kristus memastikan kita untuk dapat menghadap hadirat Allah dengan hati yang berani (Ibr. 4:14-16). Imam Besar kita berada di hadapan takhta anugrah Allah untuk memohonkan  pengampunan dan pengabulan doa-doa kita. Janganlah kita takut menghampiri Allah.

Yesus Kristus sekarang duduk di sebelah kanan Allah untuk memenuhi segala sesuatu serta menunggu waktu-Nya untuk memerintah segenap alam. Ia telah menang melalui kematian-Nya di atas kayu salib dan kebangkitan-Nya. Sekarang Ia sedang menunggu dengan kepastian untuk memperoleh kemenangan yang sempurna, yaitu saat-Nya segala musuh-Nya menjadi tumpuan kaki-Nya dan Ia memerintah segala sesuatu.

Ingatlah firman Tuhan:

“Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.” (Markus 16:19).

 

Selamat Hari Kenaikan Tuhan Yesus.  Tuhan memberkati.

Andreas Loanka

Bermakna dan Berdamp

RENUNGAN PAGI: Matius 5:13-16 Injil Matius pasal 5 diawali dengan Delapan ...

Stop Labeling

RENUNGAN PAGI: 1 Samuel 16:1-13 dan Lukas 18:15-17 Labeling atau perilaku ...

Ketaatan Kepada Alla

RENUNGAN PAGI : Imamat 9:1-24 Para hamba Tuhan dan segenap umat ...

Api-Nya Harus Tetap

RENUNGAN PAGI : Imamat 6:8-13 Imamat 5 dan 7 berbicara tentang ...

Setia Memberitakan I

RENUNGAN PAGI : Kisah Para Rasul 28:17-28 Paulus menjadi tahanan rumah ...

Bermakna dan Berdamp

RENUNGAN PAGI: Matius 5:13-16 Injil Matius pasal 5 diawali dengan Delapan ...

Stop Labeling

RENUNGAN PAGI: 1 Samuel 16:1-13 dan Lukas 18:15-17 Labeling atau perilaku ...

Ketaatan Kepada Alla

RENUNGAN PAGI : Imamat 9:1-24 Para hamba Tuhan dan segenap umat ...

Api-Nya Harus Tetap

RENUNGAN PAGI : Imamat 6:8-13 Imamat 5 dan 7 berbicara tentang ...

Setia Memberitakan I

RENUNGAN PAGI : Kisah Para Rasul 28:17-28 Paulus menjadi tahanan rumah ...