Selamat datang di blog saya,
Pdt. Dr. Andreas Loanka, S.Th., M.Div.
Semoga blog ini bisa menjadi berkat buat Anda.
3,289 views

RENUNGAN PAGI: Kolose 2:6-7

 

Cara terbaik untuk menghadapi Antikristus adalah dengan memiliki kepenuhan hidup di dalam Kristus.  Hidup yang tidak mencapai kepenuhan memberi banyak ruang bagi Antikristus, kuasa gelap, godaan dunia, dan keinginan daging untuk memporak-porandaknya. Kepenuhan hidup dalam Kristus tidak memberi ruang kepada hal-hal yang destruktif, sebaliknya membangun hidup yang berkualitas dan memuliakan Allah. 

Kolose 2:6-7 menjelaskan bagaimana cara memiliki kepenuhan hidup dalam Kristus. Langkah pertamanya adalah menerima Tuhan Yesus. Langkah selanjutnya ialah hidup tetap di dalam Dia.

Paulus mengingat jemaat Kolose, “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita” (Kol. 2:6a). Ini adalah langkah awal yang sangat penting. Mengapa? Sebab “di dalam Dialah kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa”  (Kol. 1:14).

Tanpa Kristus, semua orang berdosa dan harus binasa. Ia ada di bawah cengkraman dosa dan si Jahat. Alkitab menjelaskan bahwa semua orang telah berdosa (Rm. 3:23) dan upah dosa adalah maut (Rm. 6:23).

Tuhan Yesus telah menyelamatkan manusia melalui kematian-Nya di atas kayu salib. Di atas kayu salib Ia menebus manusia dari dosa, memperdamaikannya dengan Allah, dan memberikan hidup yang kekal. Setiap orang yang percaya kepada-Nya dan menerima-Nya akan diselamatkan (Rm. 10:9-10; Yoh. 3:16).

Kehidupan Kristen tidak berhenti pada percaya dan menerima Tuhan Yesus. Karena sudah menerima Kristus Yesus, “Hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia” (Kol. 2:6b). Hidup di dalam Dia menjauhkan umat Allah dari pengaruh si Antikristus, melainkan memiliki kepenuhan hidup dalam Allah.

Di dalam Kristus terdapat segala kesempurnaan Allah. Jadi, Saudara memiliki segala-galanya apabila Saudara memiliki Kristus. Saudara dipenuhi Allah melalui persatuan dengan Kristus. Dialah Penguasa Tertinggi yang mengatasi segala penguasa lain (Kol. 2:9-10).

Pada suatu waktu,  untuk mengajar murid-murid-Nya agar tetap hidup di dalam Dia, Tuhan Yesus mengumpamakan diri-Nya sebagai pokok anggur dan murid-murid-Nya sebagai ranting-rantingnya. Terlepas dari Dia mereka tidak dapat berbuat apa-apa, melainkan akan menjadi seperti ranting kering yang dibuang orang. Bila  mereka tinggal di dalam Dia dan firman-Nya tinggal di dalam mereka, maka mereka berbuah banyak (Yoh. 15:1-8).  

Orang-orang Kristen harus hidup tetap di dalam Dia (Kol. 2 :6). Bagaimana caranya? Rasul Paulus menjelaskannya dalam empat cara, yaitu:

1)       Hendaklah kamu berakar di dalam Dia (Kol. 2 :7a) :

Suatu pohon berakar adalah untuk mencari sari-sari makanan di dalam tanah. Dengan berakar kebutuhan makanannya tercukupi dan ia semakin kokoh di tanah itu. Demikian juga dengan  setiap orang Kristen yang senantiasa membaca Firman Tuhan,  ia mendapat makanan rohani yang cukup dan semakin berakar di dalam Kristus. Hidupnya akan semakin intim dengan Allah.

2)       Hendaklah kamu dibangun di atas Dia (Kol. 2 :7b) 

Berakar saja tidak cukup, seorang Kristen hendaklah dibangun di atas Dia. Bila berakar itu ke bawah, maka dibangun itu ke atas sehingga dapat dilihat, dirasakan dan dialami oleh orang-orang lain. Jadi, Firman Tuhan yang sudah didengarnya harus dipelihara dan dilakukan.  Di atas dasar Kristus  orang percaya dibangun melalui Firman Tuhan dan kuat kuasa Roh Kudus, sehingga hidupnya menjadi berkat bagi sesama dan memuliakan Allah.

3)       Hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu (Kol. 2 :7c) 

Kebenaran-kebenaran  dasar iman Kristen yang telah diajarkan melalui para rasul hendaklah dipelajari dengan baik dan dipegang teguh. Hal ini membuatnya tidak mudah terkecoh dengan tipu daya si Iblis dan Antikristus. Untuk itu perlu juga tetap memelihara ibadah bersama dan persekutuan yang saling menguatkan dengan anggota-anggota tubuh Kristus yang lain (Ibr. 10 :25).

4)       Hendaklah hatimu melimpah dengan syukur (Kol. 2 :7d).  

Orang Kristen yang mengetahui dan menyadari berkat-berkat Tuhan akan melimpah dengan syukur. Orang Kristen yang melimpah dengan syukur akan hidup penuh sukacita dan damai sejahtra. Ia pun akan melayani Tuhan dan sesama dengan antusias untuk  membalas kasih dan kebaikan Tuhan. Ia akan peduli kepada orang-orang lain, khususnya mereka yang membutuhkan.

Hidup tetap dalam Kristus menjauhkan umat dari pengaruh si Jahat dan Antikristus, melainkan memiliki kepenuhan hidup yang Allah karuniakan.  Ia akan semakin intim dengan Allah, hangat dengan sesama, dan peduli kepada orang-orang lain.

 

Good morning. God bless you.

Andreas Loanka

Bermakna dan Berdamp

RENUNGAN PAGI: Matius 5:13-16 Injil Matius pasal 5 diawali dengan Delapan ...

Stop Labeling

RENUNGAN PAGI: 1 Samuel 16:1-13 dan Lukas 18:15-17 Labeling atau perilaku ...

Ketaatan Kepada Alla

RENUNGAN PAGI : Imamat 9:1-24 Para hamba Tuhan dan segenap umat ...

Api-Nya Harus Tetap

RENUNGAN PAGI : Imamat 6:8-13 Imamat 5 dan 7 berbicara tentang ...

Setia Memberitakan I

RENUNGAN PAGI : Kisah Para Rasul 28:17-28 Paulus menjadi tahanan rumah ...

Bermakna dan Berdamp

RENUNGAN PAGI: Matius 5:13-16 Injil Matius pasal 5 diawali dengan Delapan ...

Stop Labeling

RENUNGAN PAGI: 1 Samuel 16:1-13 dan Lukas 18:15-17 Labeling atau perilaku ...

Ketaatan Kepada Alla

RENUNGAN PAGI : Imamat 9:1-24 Para hamba Tuhan dan segenap umat ...

Api-Nya Harus Tetap

RENUNGAN PAGI : Imamat 6:8-13 Imamat 5 dan 7 berbicara tentang ...

Setia Memberitakan I

RENUNGAN PAGI : Kisah Para Rasul 28:17-28 Paulus menjadi tahanan rumah ...