Banyak orang yang mendambakan kehidupan yang aman tentram, tanpa kesulitan, tantangan dan pencobaan. Tetapi realita yang ada tidak seperti itu.
Ada pencobaan yg harus dilalui. Baik berupa kesulitan dan penderitaan yg dapat menjatuhkan, ataupun kenikmatan dan kesenangan yg bisa menghanyutkan.
Orang-orang percaya tidak perlu takut terhadap pencobaan. Memang pencobaan bisa menjatuhkan seseorang, tetapi sebaliknya bisa mempertumbuhkan. Bisa menyengsarakan, tetapi bisa pula mendatangkan berkat dan kebahagiaan.
Yakobus menuliskan, “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan” (Yak. 1:12a). Kata Yunani yang dipakai untuk “berbahagia” adalah “makarios”, yang berarti “berbahagia, diberkati”. Orang yang bertahan dalam pencobaan, yaitu tidak jatuh dan dikalahkan, sungguh berbahagia dan diberkati Allah.
Mengapa berbahagia dan apakah berkatnya? Yakobus memberi penjelasan, “Sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia” (Yak. 1:12b).
Orang bertahan dalam pencobaan itu berbahagia karena terbukti ia tahan uji. Dengan tahan uji dalam pencobaan itu ia telah menyatakankan kasih dan kesetiaannya pada Allah.
Berkat yang diterimanya adalah mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah. Berkat itu bukan hanya untuk kehidupan yang sementara, tetapi juga untuk kehidupan yang kekal.
Dalam menghadapi hidup yang penuh pencobaan, ingatlah selalu firman Tuhan: “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia” (Yak. 1:12).
Good morning! God bless you!
Andreas Loanka




