Selamat datang di blog saya,
Pdt. Dr. Andreas Loanka, S.Th., M.Div.
Semoga blog ini bisa menjadi berkat buat Anda.
1,113 views

[RENUNGAN PAGI] Lukas 12:15-21

Seorang guru agama berjalan bersama seorang siswa dan bertanya, “Andi sudah hampir menyelesaikan SMA. Setelah itu bagaimana?”

“Saya akan kuliah dan meraih gelar sarjana.”    

“Setelah itu?” guru itu bertanya. 

“Saya akan bekerja dan mengumpulkan uang banyak.”  

“Setelah itu?”  Tanya gurunya lagi. 

“Saya akan menikah dan membangun keluarga serta memperoleh keturunan!”

“Setelah itu?” 

“Ya, saya akan melanjutkan sekolah dan karya untuk meraih gelar, kedudukan, ketenaran, dan kekayaan.”  

“Setelah itu?” si guru terus bertanya.

 “Ya, setelah semua itu, sama seperti semua orang lain, saya akan meninggal dunia.”   

“Setelah itu?” pertanyaan terakhir gurunya.

Bibir Andi tergetar, ia tidak siap dengan pertanyaan itu.

Saudara,  seandainya pertanyaan yang sama ditanyakan padamu, apakah jawab Saudara?    

Banyak orang yang tidak siap dengan pertanyaan itu karena hanya memikirkan kehidupan di dunia ini saja.  Fokusnya hanya pada diri sendiri, dan mengunpulkan sebanyak-banyaknya hanya untuk diri sendiri.

Perumpamaan Tuhan Yesus dalam Lukas 12:16-21 menceritakan seorang kaya yang hidup bagi dirinya sendiri.  Ia punya kedudukan, yaitu sebagai tuan tanah. Ia sangat kaya dan berhasil dalam usaha.  Hasil tanahnya berlimpah-limpah.  Ia ingin memperbesar lumbungnya dan menyimpan hasil penennya.  Ia mengira bahwa ia dapat makan-minum dan bersenang-senang selamanya.  Padahal umurnya sangat terbatas. 

Firman Tuhan kepada-Nya, “Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil, dan apa yang telah engkau sediakan, untuk siapakah semua itu nanti?”   

Janganlah kita hidup seperti orang kaya yang bodoh itu, yang hanya hidup untuk diri sendiri.  Ia hanya hidup untuk masa kini dan di dunia ini. Ia lupa bahwa ada kehidupan sesudahnya.

Marilah kita memikirkan dan melaksanakan apa yang bernilai di hadapan Allah dan mendatangkan sumbangsih bagi dunia ini.  Kumpulkanlah harta di surga, bukan hanya di bumi saja.  Bekerjalah untuk sesuatu yang tidak dapat binasa dan bernilai kekal.

 

Ingatlah firman Tuhan: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33)

Good morning. God bless you.

Andreas Loanka

Bermakna dan Berdamp

RENUNGAN PAGI: Matius 5:13-16 Injil Matius pasal 5 diawali dengan Delapan ...

Stop Labeling

RENUNGAN PAGI: 1 Samuel 16:1-13 dan Lukas 18:15-17 Labeling atau perilaku ...

Ketaatan Kepada Alla

RENUNGAN PAGI : Imamat 9:1-24 Para hamba Tuhan dan segenap umat ...

Api-Nya Harus Tetap

RENUNGAN PAGI : Imamat 6:8-13 Imamat 5 dan 7 berbicara tentang ...

Setia Memberitakan I

RENUNGAN PAGI : Kisah Para Rasul 28:17-28 Paulus menjadi tahanan rumah ...

Bermakna dan Berdamp

RENUNGAN PAGI: Matius 5:13-16 Injil Matius pasal 5 diawali dengan Delapan ...

Stop Labeling

RENUNGAN PAGI: 1 Samuel 16:1-13 dan Lukas 18:15-17 Labeling atau perilaku ...

Ketaatan Kepada Alla

RENUNGAN PAGI : Imamat 9:1-24 Para hamba Tuhan dan segenap umat ...

Api-Nya Harus Tetap

RENUNGAN PAGI : Imamat 6:8-13 Imamat 5 dan 7 berbicara tentang ...

Setia Memberitakan I

RENUNGAN PAGI : Kisah Para Rasul 28:17-28 Paulus menjadi tahanan rumah ...