Selamat datang di blog saya,
Pdt. Dr. Andreas Loanka, S.Th., M.Div.
Semoga blog ini bisa menjadi berkat buat Anda.
1,181 views

[RENUNGAN PAGI]  Yohanes 19:30

Injil Yohanes membawa kita berhadapan muka dengan muka pada kemenangan Yesus.  Dalam ketiga Injil Sinoptik diceritakan bahwa Yesus berseru dengan suara nyaring (Mat. 27:50; Mrk. 15:37; Luk. 23:46), tetapi tidak diceritakan apa yang dikatakan-Nya.  Dalam Injil Yohanes diterangkan bahwa suara nyaring itu adalah: “Sudah Selesai” (Tetelestai). 

“Sudah selesai” diucapkan Yesus dengan suara nyaring penuh kemenangan.  Kendatipun Dia nampak seperti kalah di kayu salib, namun Dia tahu bahwa Dia telah menang.  Kemenangan-Nya bukan dimulai setelah kebangkitan-Nya ataupun setelah kenaikan-Nya ke surga, melainkan sudah dimulai ketika Ia berada di atas kayu salib.

Apa maksud dari perkataan “sudah selesai” yang Tuhan Yesus ucapkan itu?

Matthew Henry, dalam Tafsiran Injil Yohanes 12-21 (Momentum, 2010, hal. 1338-1339), mengungkapkan 8 hal yang dimaksud  dengan kata “Sudah selesai”:

  1. Segala kepahitan dari kejahatan dan tindak permusuhan para penganiaya-Nya telah selesai.
  2. Rancangan dan perintah Bapa mengenai penderitaan_nya kini telah tergenapi.
  3. Segala perlambang dan nubuatan Perjanjian Lama yang menunjuk kepada penderitaan Sang Mesias telah terlaksana dan terjawab.
  4. Hukum seremonial  (yang hanya penuh dengan tata upacara saja) sudah dihapuskan dan kewajiban di dalamnya pun diakhiri.  Yang inti sudah datang sekarang, dan semua bayang2 sudah lenyap.
  5. Sudah tamatlah riwayat dosa, dan pelanggaran sudah diakhiri dengan datangnya kebenaran untuk selama-lamanya.  Sepertinya ini mengacu kepada Daniel 9:24. Anak domba Allah dikorbankan untuk menghapus dosa dunia, dan semuanya sudah selesai (Ibr. 9:26).
  6. Penderitaan-Nya kini berakhir, baik penderitaan jiwa maupun tubuh-Nya.  Semua kesakitan dan kesengsaraan sudah mencapai ujungnya, dan Dia akan segera pergi ke Firdaus.
  7. Kehidupan-Nya kini berakhir. Dia siap untuk menghembuskan nafar terakhir.
  8. Pekerjaan penebusan dan keselamatan manusia kini telah dituntaskan.  

Setelah mengucapkan kata “sudah selesai”, Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Dia mati dengan sukarela, sebab Dia bukan saja Sang Korban, melainkan juga Sang Imam dan Pembawa Persembahan.  Ia menyerahkan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

Pemuasan murka Allah sudah terbalaskan dan memenuhi syarat keadilan Allah, pukulan mematikan sudah ditimpakan kepada kuasa Iblis, dan sumber anugerah telah dibuka dan akan terus mengalir, dasar kedamaian dan kebahagiaan sudah diletakkan dan tidak akan pernah goyah. Kini Kristus sudah menjalankan tugas-Nya dan menyelesaikannya (Yoh. 17:4).

Happy Good Friday!  God bless you!

Andreas Loanka

Bermakna dan Berdamp

RENUNGAN PAGI: Matius 5:13-16 Injil Matius pasal 5 diawali dengan Delapan ...

Stop Labeling

RENUNGAN PAGI: 1 Samuel 16:1-13 dan Lukas 18:15-17 Labeling atau perilaku ...

Ketaatan Kepada Alla

RENUNGAN PAGI : Imamat 9:1-24 Para hamba Tuhan dan segenap umat ...

Api-Nya Harus Tetap

RENUNGAN PAGI : Imamat 6:8-13 Imamat 5 dan 7 berbicara tentang ...

Setia Memberitakan I

RENUNGAN PAGI : Kisah Para Rasul 28:17-28 Paulus menjadi tahanan rumah ...

Bermakna dan Berdamp

RENUNGAN PAGI: Matius 5:13-16 Injil Matius pasal 5 diawali dengan Delapan ...

Stop Labeling

RENUNGAN PAGI: 1 Samuel 16:1-13 dan Lukas 18:15-17 Labeling atau perilaku ...

Ketaatan Kepada Alla

RENUNGAN PAGI : Imamat 9:1-24 Para hamba Tuhan dan segenap umat ...

Api-Nya Harus Tetap

RENUNGAN PAGI : Imamat 6:8-13 Imamat 5 dan 7 berbicara tentang ...

Setia Memberitakan I

RENUNGAN PAGI : Kisah Para Rasul 28:17-28 Paulus menjadi tahanan rumah ...