Selamat datang di blog saya,
Pdt. Dr. Andreas Loanka, S.Th., M.Div.
Semoga blog ini bisa menjadi berkat buat Anda.
2,410 views

RENUNGAN PAGI: Wahyu 20:11-15; 1 Korintus 3:13-15

Rasul Paulus berdoa, ”Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya” (1 Tes. 3:13)

Doa itu lahir dari suatu pemahaman bahwa Yesus Kristus akan datang kembali. Pada waktu kedatangan Tuhan Yesus, kita harus mempertanggung-jawabkan seluruh perbuatan kita di hadapan-Nya.

Yesus Kristus datang pertama kali untuk menyelamatkan dunia. Ia akan datang kembali untuk menghakimi dunia. Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan menyerahkan penghakiman itu kepada Anak-Nya (Yoh. 5:22-23). Ia telah memberikan kuasa kepada Tuhan Yesus Kristus untuk menghakimi dunia (Yoh. 5:27).

Pada waktu kedatangan Tuhan Yesus, orang-orang mati akan dibangkitkan untuk menghadap takhta pengadilan-Nya. Demikian pula orang-orang yang masih hidup.  Dalam Kitab Wahyu 20:11-15 disebutkan bahwa manusia akan menghadap pengadilan di Takhta Putih Yang Besar (The Great White Throne).

Di Takhta Putih Yang Besar itu akan dibuka semua kitab yang mencatat perbuatan-perbuatan manusia. Setiap orang akan dihakimi menurut perbuatan mereka berdasarkan apa yang ada tertulis dalam kitab-kitab itu (Why. 20:12). Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu Kitab Kehidupan.

Pada saat manusia dihakimi menurut perbuatan mereka, maka tidak ada seorangpun yang luput dari hukuman (Why. 20:13-14), kecuali yang namanya ditemukan dalam Kitab Kehidupan. Setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam Kitab Kehidupan itu, akan dilemparkan ke dalam lautan api (Why20 : 15). Itu adalah kebinasaan kekal.

Bagaimanakah manusia dapat terlepas dari hukuman pada pengadilan Takhta Putih Yang Besar?

Hanya oleh anugerah Allah. Sebab semua orang telah berbuat dosa (Rm. 3:23), dan upah dosa adalah kebinasaan (Rm. 6:23). Tetapi karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal untuk menjadi jalan keselamatan, sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3:16). Karena anugerah Allah nama orang-orang percaya tercantum dalam Kitab Kehidupan dari “Anak Domba yang disembelih” (Flp. 4:3; Why. 3:5; bd. Why. 13:8).

Orang-orang percaya beroleh keselematan dan akan terluput dari penghukuman pada Takhta Putih Yang Besar oleh karena kasih karunia Allah.  Kalau begitu, apakah orang-orang percaya boleh hidup sembarangan?

Jawabanya adalah, ”TIDAK!”

Alasan pertama, karena kasih.  Begitu besar kasih Allah kepada kita (Yoh. 3:16), maka sudah sepantasnyalah kita mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatan kita (Mrk. 12:30). Kasih akan Allah itu hendaknya kita wujudkan dalam menuruti perintah-perintah-Nya dan mengalahkan dunia (1 Yoh. 5:3-4).

Alasan kedua, karena setiap orang yang percaya pada Kristus adalah ciptaan baru, maka sudah seharusnya kita tidak lagi hidup dalam kehidupan yang lama, melainkan menjalani kehidupan yang baru (2 Kor. 5:17). Orang-orang percaya diciptakan baru dalam Kristus untuk melakukan pekerjaan yang baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya (Ef. 2:10a). Ia mau supaya kita hidup di dalamnya (Ef. 2:10b).

Alasan ketiga, karena setiap orang yang percaya pada Kristus harus mempertanggung-jawabkan perbuatan dan pelayanan kita di hadapan-Nya.  Dalam 2 Korintus 5:10 dinyatakan bahwa “kita semua harus menghadapi Takhta Pengadilan Kristus.”  Di Takhta Pengadilan Kristus semua perbuatan dan pelayanan orang-orang percaya akan diuji (2 Kor. 5:10; 1 Kor:13-15).

Tentang hal ini Alkitab dengan jelas menyatakan kepada kita: “Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api” (1 Kor. 3:10-15).

Kristus akan datang kembali!  Saat itu kita akan mempertanggung-jawabkan kehidupan dan pelayanan kita di hadapan-Nya. Dengan pemahaman itu marilah kita menghayati dan menerapkan doa rasul Paulus:  “Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya” (1 Tes. 3:13).

 

Good morning. God bless you.

Andreas Loanka

Bermakna dan Berdamp

RENUNGAN PAGI: Matius 5:13-16 Injil Matius pasal 5 diawali dengan Delapan ...

Stop Labeling

RENUNGAN PAGI: 1 Samuel 16:1-13 dan Lukas 18:15-17 Labeling atau perilaku ...

Ketaatan Kepada Alla

RENUNGAN PAGI : Imamat 9:1-24 Para hamba Tuhan dan segenap umat ...

Api-Nya Harus Tetap

RENUNGAN PAGI : Imamat 6:8-13 Imamat 5 dan 7 berbicara tentang ...

Setia Memberitakan I

RENUNGAN PAGI : Kisah Para Rasul 28:17-28 Paulus menjadi tahanan rumah ...

Bermakna dan Berdamp

RENUNGAN PAGI: Matius 5:13-16 Injil Matius pasal 5 diawali dengan Delapan ...

Stop Labeling

RENUNGAN PAGI: 1 Samuel 16:1-13 dan Lukas 18:15-17 Labeling atau perilaku ...

Ketaatan Kepada Alla

RENUNGAN PAGI : Imamat 9:1-24 Para hamba Tuhan dan segenap umat ...

Api-Nya Harus Tetap

RENUNGAN PAGI : Imamat 6:8-13 Imamat 5 dan 7 berbicara tentang ...

Setia Memberitakan I

RENUNGAN PAGI : Kisah Para Rasul 28:17-28 Paulus menjadi tahanan rumah ...