RENUNGAN PAGI: Efesus 2:4-10
Dahulu kita mati karena dosa dan pelanggaran, tetapi kini kita hidup karena anugrah Allah. Allah yang maha kasih telah melimpahkan anugrah-Nya, sehingga pada waktu kita masih mati secara rohani karena pelanggaran-pelanggaran kita, Ia telah menghidupkan kita kembali bersama-sama dengan Kristus. Jadi, hanyalah karena anugrah Allah kita diselamatkan (Ef. 2 :4-5).
Dalam Efesus 2 :4-10 kita dapat belajar untuk memahami dasar, pengalaman dan tujuan hidup dalam anugrah Allah.
Pertama, dasar dari hidup dalam anugrah adalah kasih Allah (ay.4). Karena kasih-Nya, Allah telah mengutus Yesus Kristus untuk datang ke dalam dunia. Melalui kematian-Nya di atas kayu salib, karya keselamatan telah digenapi. Setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3 :16).
Kedua, pengalaman dari hidup karena anugrah (5-6). Kita yang dahulu mati karena dosa, kini telah dibangkitkan bersama Kristus. Kita diampuni, dibenarkan, dan diperdamaikan dengan Allah. Dalam anugrah-Nya, sekarang kita hidup dalam persekutuan dengan Kristus, dan memiliki pengharapan untuk duduk bersama dengan Dia di surga.
Ketiga, tujuan hidup dalam anugrah, yaitu berbuat yang baik untuk kemuliaan Allah (ay. 7-10). Allah memberikan kepada kita hidup baru karena anugrah untuk menunjukkan kekayaan kasih karunianya yang melimpah-limpah (ay. 7). Karena kasih karunia Allah kita diselamatkan oleh iman. Itu bukan hasil usaha kita, tetapi pemberian Allah (ay. 8). Itu bukan hasil usaha kita, sehingga tidak ada seorang pun di antara kita yang bisa menyombongkan diri (ay. 9).
Kita diselamatkan bukan karena berbuat baik, tetapi kita diselamatkan untuk berbuat baik. Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan, kita adalah ciptaan baru Allah. Kita diciptakan baru melalui Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik yang sudah dipersiapkan Allah untuk kita. Ia mau supaya kita hidup di dalamnya (ay. 10).
Good morning. God bless you.
Andreas Loanka



